Miris Betul Nasib Raheem Sterling di Belanda
Raheem Sterling kini berkarier di Eredivisie. Pemain berusia 31 tahun itu mendapat banyak kritikan, dinilai sudah habis dan sulit kembali ke bentuk terbaiknya.
Sterling akhirnya bisa main lagi tahun ini, usai sempat diasingkan Chelsea dari skuad tahun lalu. Eks Liverpool dan Manchester City itu dilepas permanen, dan langsung gabung Feyenoord, dengan dikontrak cuma 6 bulan.
Di Belanda, Sterling rupanya juga masih kesulitan. Sejak datang pada Februari lalu, ia sudah bermain 6 kali dan baru menyumbang satu assist.
Terakhir, Sterling dicadangkan Feyenoord saat melawan NEC Nijmegen, yang berakhir 1-1. Pelatih Robin van Persie menilai sang winger tidak dalam kondisi fit.
Meski begitu, banyak anggapan Raheem Sterling sudah habis. Ramai-ramai pengamat Belanda menyoroti kondisi pemain dengan 82 caps di Timnas Inggris itu.
"Dia diturunkan karena kebugarannya dan disiplin taktisnya. Dia bermain bagus, tetapi ketika Anda perlu menciptakan peluang, dia bukanlah seorang pemain sayap kiri," kata Koresponden AD untuk Feyenoord, Mikos Gouka, kepada Voetbalpraat.
Sementara jurnalis NOS, Arno Vermeulen, menilai Sterling sudah melewati masa jayanya. Bahkan ia bikin penilaian pedas, yakni Feyenoord harus mencadangkannya agar bisa meraih kemenangan.
"Keajaiban itu tidak terjadi. Dia tidak fit. Dia sudah melewati masa jayanya. Dia tidak bisa mengikuti ritme permainan. Meraih hasil juga berarti memutuskan bahwa Sterling tidak masuk dalam starting eleven," katanya.
Komentator Jeroen Elshoff juga memberi pernyataan pedas soal Sterling. Pemain yang memenangkan 4 titel Premier League bersama City itu mengatakan Sterling bahkan sudah tidak bisa berlari.
"Selain melepaskan satu umpan terobosan yang indah, Sterling tidak berkontribusi apa-apa lagi.


