Mengingat Janji Manis Presiden FIFA: Semuanya Disambut di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 justru lebih terasa riuh karena kabar-kabar miring alih-alih soal antusiasme dan atmosfernya, jelang pembukaan turnamen. Salah satu isu yang mencuat dan memicu kritik keras adalah penolakan masuk wasit Somalia Omar Abdulkadir Artan ke Amerika Serikat.
Wasit terbaik Afrika tahun lalu itu ditolak masuk ke AS setelah mendarat di Miami dan memegang dokumen-dokumen resmi. FIFA pada prosesnya mengonfirmasi bahwa Artan batal bertugas di Piala Dunia 2026.
Sialnya, isu Omar Artan ini cuma satu dari deretan persoalan masuk AS, yang jadi salah satu tuan rumah bareng Kanada dan Meksiko. Sebelumnya sudah banyak keluhan terkait kerumitan masuk AS.
Penyerang Irak Aymen Hussein sempat ditahan dan diinterogasi selama tujuh jam di bandara Chicago sebelum dipersilakan masuk. Nasib fotografer tim Irak Talal Salah lebih apes: ditolak masuk usai diinterogasi lebih dari 10 jam dan digeledah telepon genggamnya.
Penyerang timnas Swiss Breel Embolo juga kesulitan masuk AS. Keberangkatannya harus tertunda karena diduga AS mempersoalkan kasus hukumnya di 2023.
Kalangan fans juga mengalami tantangan. Dua keluarga pendukung Skotlandia dicabut ESTA-nya, sehingga diperkirakan tak akan bisa menonton langsung. Yang paling dirugikan niscaya adalah Iran.
Setidaknya 15 ofisial dan staf timnas Iran ditolak pengajua Visanya. Timnas Iran juga terpaksa berpindah markas ke Tijuana, Meksiko dan akan terbang masuk-keluar AS untuk pertandingan fase grup.
Bukan hanya itu, Federasi Sepakbola Iran juga mengumumkan jatah tiket mereka untuk fans dicabut. Setiap negara peserta seharusnya mendapatkan jatah tiket 8% dari FIFA untuk didistribusikan ke para pendukung masing-masing.
Rangkaian kabar miring ini bertolak belakang dengan pernyataan Presiden FIFA


