Mantan Presiden FIFA Ingin Infantino Diganti
Sep Blatter ingin agar Gianni Infantino diganti sebagai Presiden FIFA. Infantino hadirkan sejumlah kontroversi diPiala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 telah rampung digelar dengan Spanyol jadi juara. Namun, banyak kontrovesi hadir sepanjang ajang ini.
Kontrovesi ini hadir tak lepas dari keputusan Presiden FIFA, Gianni Infantino,. Infantino menghadirkan hydration breaks (jeda minum) pada ajang ini.
Hydration breaks disinyalir diadakan hanya demi mendapatkan keuntungan komersial. Pasalnya, iklan bisa ditampilkan saat jeda minum. FIFA juga dianggap mata duitan karena harga tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai terlalu mahal.
Kontroversi lain hadir saat FIFA menangguhkan hukuman kartu merah dari penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun. Keputusan ini dibuat usai Presiden AS, Donald Trump menelepon Infantino. Balogun yang seharusnya menjalani hukuman larangan bermain tetap bisa bermain di laga 16 besar.
Rentetan kontroversi ini bikin Infantino disorot. Tekanan agar pria asal Italia itu lengser dari jabatan Presiden FIFA hadir dari berbagai pihak.
Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, jadi salah satu sosok yang setuju agar Infantino menanggalkan jabatannya. Ia merasa Piala Dunia 2026 kehilangan kredibilitas di bawah Infantino.
Blatter menganggap FIFA harus dipimpin oleh sosok baru untuk membawa organisasi ini kembali ke jalan yang benar. Blatter menganggap Infantino telah memasukkan politik ke sepakbola.
"Piala Dunia terpanjang telah berakhir - dengan juara yang tepat," tulisnya di media sosial. "Namun dalam perjalanan menuju peluit akhir, turnamen ini telah kehilangan kredibilitasnya," ujar Blatter dikutip dari AS.
"Politik tidak boleh dibiarkan membayangi permainan. Sekarang terserah kepada para penggemar, pemain, dan asosiasi


