Makna Medali Asian Games bagi Seraf Naro
Medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 amat bermakna bagi Seraf Naro Siregar. Bukan cuma karena menjadi medali pertama kontingen Indonesia di ajang tersebut, tetapi juga karena perjuangannya menuju podium tidak mudah.
Sekitar 1,5 bulan sebelum pertandingan, Naro mengalami gangguan pada bagian lutut. Kondisi tersebut membuat persiapannya terganggu karena rasa nyeri muncul ketika melakukan lompatan, tolakan, hingga pendaratan.
Namun, Naro tetap berusaha bangkit dan menjaga kepercayaan dirinya untuk tampil di Asian Games. Baginya, kondisi seperti itu merupakan bagian dari perjalanan seorang atlet.
"Atlet, bagi atlet pasti itu adalah hal yang umum. Cuma memang yang tidak umum adalah ketika bagaimana kita bisa bangkit, bisa tetap percaya diri ketika kita harus membela negara," ucap Naro dalam pernyataan yang diterima detikSport.
Gangguan pada lutut juga membuat Naro tidak bisa berlatih dengan intensitas seperti biasanya. Programnya lebih banyak diarahkan pada penguatan dan pemulihan melalui terapi, tusuk jarum, hingga shockwave therapy.
"Saya latihan sedikit, kaki sudah kencang, kaki sudah nggak bisa buat lompat, kaki sudah nggak ada tenaga. Jadi programnya penguatan, tusuk jarum, terapi, setelah itu shockwave therapy, besok penguatan lagi, nanti tusuk jarum lagi. Jadi seminggu bisa tiga sampai empat kali, shockwave juga," jelasnya.
Kondisi tersebut turut membuat porsi latihan teknik Naro berkurang drastis. Ia hanya bisa berlatih teknik sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Padahal, dalam kondisi normal menjelang pertandingan, latihan teknik bisa dilakukan hingga sekitar 10 kali dalam seminggu.
Dengan kondisi tersebut, Naro mengaku cukup bangga dengan penampilannya di nomor Men's Changquan. Ia mencatatkan 9.720


