Liverpool Main 5 Bek, Arne Slot Blunder Taktik!
Liverpool mencoba beradaptasi secara taktik untuk membendung Paris Saint-Germain. Tapi memainkan pola lima bek malah jadi blunder.
Liverpool dibuat tak berkutik saat tandang ke Parc des Princes, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB, pada leg pertama perempatfinal Liga Champions. Satu-satunya hal positif, sebagaimana disebut sang manajer Arne Slot, adalah tak kebobolan lebih banyak.
PSG cukup boros peluang sehingga hanya menang 2-0 lewat Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia, dari 18 tembakan dan enam yang on target. Sementara Liverpool bahkan tak sanggup mencatatkan satupun tembakan ke gawang.
Si Merah mencoba mengantisipasi dominasi PSG dengan bermain lima bek. Ibrahima Konate, Virgil van Dijk, dan Joe Gomez jadi tiga bek tengah, diapit Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez di sayap kanan dan kiri.
Tapi perubahan taktik itu justru bikin Liverpool kelimpungan. Alih-alih meredam PSG, mereka tak bisa mengembangkan permainan sementara PSG tetap leluasa melewati pressing yang dimainkan.
"Sang manajer sudah mencoba sesuatu tapi dia benar-benar keliru secara taktik, bagaimana dia melakukan pendekatan. Memang mudah bagi saya untuk berucap, setelah itu terjadi, tapi itulah yang kami lakukan, kami adalah pundit, kami berbicara setelah kejadian di pertandingan," kata mantan bek Liverpool Jamie Carragher.
"Mereka malah lebih terbuka dengan pola lima bek ketimbang kalau main dengan empat bek. Sebab mereka melakukan penjagaan orang vs orang di seluruh penjuru lapangan dan tiga bek tengah harus mencakup lebar lapangan," imbuhnya dikutip Sky Sports.


