Players.bio is a large online platform sharing the best live coverage of your favourite sports: Football, Golf, Rugby, Cricket, F1, Boxing, NFL, NBA, plus the latest sports news, transfers & scores. Exclusive interviews, fresh photos and videos, breaking news. Stay tuned to know everything you wish about your favorite stars 24/7. Check our daily updates and make sure you don't miss anything about celebrities' lives.

Contacts

  • players.bio

Leicester City: Dari Kisah Dongeng ke Kisah Horor

Leicester City bak jalani kisah dongeng ketika jadi kampiun Premier League di 2016. Setelahnya, The Foxes terjun bebas dan kini mau dijual.

Leicester City menuliskan sejarah dengan pertama kali jadi juara Liga Inggris di tahun 2016. Leicester ketika itu amankan titel setelah Tottenham diimbangi Chelsea pada tiga laga terakhir liga.

Jamie Vardy dkk bak jalani kisah dongeng. Leicester mampu bungkam tim-tim raksasa dan jadi kampiun.

Pencapaian itu adalah buah manis dari Vichai Srivaddhanaprabha, pengusaha Thailand ketika membeli Leicester City sejak 2010. Investasi besar-besaran dilakukan.

Tapi setelah jadi kampiun, Leicester tak kuasa menahan para punggawanya. Mahrez dibeli Man City, Kante dibeli Chelsea, beberapa pemain yang jadi tulang punggung pergi.

Kabar duka selanjutnya datang di tahun 2018. Vichai tewas akibat kecelakaan helikopter di dekat Stadion King Power.

Anak-anak dan keluarganya melanjutkan perjuangan. The Foxes sempat merengkuh titel Piala FA di 2021.

Setelahnya, Leicester City kembali jalani periode buruk. Leicester terdegradasi pada musim 2022/23, sempat balik ke Premier League, lalu degradasi lagi pada 2024/25.

Kondisi keuangan menghantam klub. Ketika main di Divisi Championship pada 2025/26, mereka kena pengurangan poin akibat melanggar aturan aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR). Itu membuat mereka degradasi ke League One alias kompetisi kasta ketiga untuk musim 2026/27.

Kondisi keuangan yang memburuk karena kombinasi beban gaji pemain yang terlalu tinggi, kebijakan transfer yang kurang efektif, penurunan bisnis akibat pandemi, sampai hilangnya pendapatan utama setelah terdegradasi dari Liga Inggris.

Sejak 2021, Leicester merugi terus. Tak main-main angkanya, masing-masing per tahun kerugiannya

Read more on sport.detik.com
DMCA