Kupas Tuntas Kasus Passportgate di Eredivisie!
Belakangan ramai kasus paspor atau disebut Paspoortgate yang menimpa banyak pemain diaspora Timnas Indonesia di Liga Belanda atau Eredivisie. Tak hanya pemain Indonesia saja yang terkena imbasnya, pemain diaspora dari Suriname, Cape Verde, dan Curacao juga terkena imbasnya.
Diketahui, kasus ini bermula saat NAC Breda melaporkan Dean James, pemain Timnas Indonesia yang membela Go Ahead Eagles. Dirinya dianggap belum melengkapi syarat administrasi untuk dimainkan oleh Eagles karena sudah berpindah kewarganegaraan dari Belanda ke Indonesia. Akibat hal ini, Dean James sekarang sudah berstatus sebagai pemain Non-Eropa.
Pemain berusia 25 tahun tersebut dianggap butuh izin kerja baru hingga gaji yang sesuai standar pemain Non-Eropa. Pihak NAC Breda menganggap jika hal tersebut belum selesai diproses oleh klub atau si pemain sendiri. Seluruh tuduhan ini dibawa ke federasi sepakbola Belanda atau Koninklijke Nederlandse Voetbalbond (KNVB) dan mereka juga menuntut pertandingan ulang. KNVB merespons dengan menerima aduan itu.
Meski takkan mengulang pertandingan, penyelidikan soal Dean James berlanjut hingga dirinya tak boleh berlatih sementara di klub. Selain Dean James pemain diaspora Indonesia lain pun mau tak mau juga "diparkir" oleh klubnya masing-masing akibat kasus Paspoortgate ini.
Namun kabar terbaru, kasus Paspoorgate beberapa pemain diaspora Timnas Indonesia saat ini sudah selesai. Mereka pun dinyatakan tidak bersalah dan dapat kembali bermain serta berlatih untuk klubnya masing-masing. Hal ini berdasarkan hasil investigasi yang sudah dilakukan oleh KNVB. Pihak klub Go Ahead Eagle pun lega akan keputusan ini, akan tetapi mereka masih harus membereskan administrasi lainnya dengan durasi tiga pekan.
"Kami senang bahwa jaksa


