Krisis Keuangan Parah Ganggu Timnas Australia Jelang Piala Dunia 2026
Timnas Australia akan berlaga di Piala Dunia 2026. Persiapan Socceroos diganggu dengan masalah krisis keuangan parah yang melanda federasinya.
Melansir Daily Mail, krisis keuangan yang cukup parah melanda Federasi Sepakbola Australia (FA). Gara-garanya mereka rugi lagi tahun ini.
Menurut catatan, tahun lalu FA merugi sampai 8,5 juta dolar Australia, yang merupakan rekor defisit terbesar. Tahun ini, angkanya diperkirakan naik, dan akan dirinci dalam rapat umum tahunan pekan depan.
Imbasnya, FA akan memangkas 20 persen stafnya. Mereka akan memecat pegawai untuk meringankan beban keuangannya.
CEO Martin Kugeler menjelaskan, situasi ini jelas berat. Namun ia menegaskan, hal ini dilakukan agar organisasi tetap bertahan dan membuka ruang investasi baru.
"Dua kerugian besar, dan kerugian yang terus meningkat dari tahun ke tahun, jelas bukan situasi yang berkelanjutan maupun dapat diterima," kata Kugeler.
Salah satu sumber kerugian FA adalah lepasnya operator kompetisi domestik A-League (APL) dari FA. Dalam kesepakatan baru, sebagian utang APL dihapus sebagai bentuk piutang tak tertagih.
"Pada akhirnya, yang akan kami lakukan adalah restrukturisasi organisasi yang menyesuaikan ukuran organisasi dan memungkinkan kami menciptakan inovasi yang lebih besar, pertumbuhan berkelanjutan, dan investasi untuk sepak bola kami," ujar Kugeler.
"Ini dilakukan untuk membangun ketahanan finansial organisasi, membuka ruang bagi investasi dan pertumbuhan di masa depan, serta berinvestasi pada area bisnis yang tepat yang pada akhirnya akan memperkuat masa depan dan mengembangkan olahraga kami."
"Artinya saya harus mengambil keputusan yang jelas sangat sulit terkait posisi-posisi pekerjaan dan menghapus sejumlah besar jabatan, sehingga pada


