Players.bio is a large online platform sharing the best live coverage of your favourite sports: Football, Golf, Rugby, Cricket, F1, Boxing, NFL, NBA, plus the latest sports news, transfers & scores. Exclusive interviews, fresh photos and videos, breaking news. Stay tuned to know everything you wish about your favorite stars 24/7. Check our daily updates and make sure you don't miss anything about celebrities' lives.

Contacts

  • players.bio

Kepala Operasi FIFA: Jual Saham Piala Dunia Proyekan Satu Orang!

Kepala Operasi FIFA Kevin Lamour mengkritik Presiden FIFA Gianni Infantino soal wacana jual saham Piala Dunia. Dia merasa tertipu dengan rencana tersebut.

Wacana FIFA menjual saham Piala Dunia melalui perusahan FIFA Forward Enterprise (FFE) mendapat reaksi negatif. Berbagai penolakan datang dari insan sepakbola dunia.

UEFA menolak keras wacana tersebut dan mengancam memboikot Piala Dunia. Penolakan juga datang dari CONCACAF dan AFC.

Penasihat senior FIFA Carlos Cordeiro juga menyampaikan keberatan atas wacana penjualan saham Piala Dunia. Dia bahkan mundur dari jabatannya sebagai bentuk kritik kepada FIFA dan Gianni Infantino.

Kecaman dari dalam FIFA juga datang melalui Kevin Lamour. Pria yang sudah menjabat Kepala Operasi FIFA sejak 2024 ini menilai Infantino kurang terbuka dalam merencanakan skema investor swasta dalam FFE.

"Ini adalah proyekan satu orang. Proyek ini bukan hanya tidak boleh dilanjutkan... tetapi sekarang saatnya bagi para pemimpin politik sepakbola untuk mengajukan pertanyaan yang tepat kepada diri mereka sendiri dan membuat keputusan yang tepat," kata Lamour, dilansir dari AP News.

'Dan apabila kritik ini berarti saya harus kehilangan pekerjaan, maka biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan itu, setidaknya saya bisa tidur nyenyak malam ini,' ujarnya.

FIFA sudah memberi klarifikasi terkait rencana pendirian FFE. Induk sepakbola tertinggi di dunia itu menegaskan, keuntungan yang didapat bakal diterima oleh setiap negara anggota.

Kini FIFA telah resmi membatalkan rencana tersebut setelah masifnya penolakan dari berbagai konfederasi.

Read more on sport.detik.com
DMCA