Karena Messi Tak Berhenti di Kegagalan
Lionel Messi sempat gagal penalti, Argentina tertinggal dua gol. Tapi kegagalan bukan pemberhentian buat La Pulga, ia meminta bola lagi. Lagi. Dan lagi.
Messi membuang kesempatan emas menyamakan kedudukan lebih cepat untuk Argentina, kala menghadapi Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026. La Albiceleste tertinggal akibat gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan Messi menghadapi penalti empat menit berselang.
Kans itu sirna. Messi mengarahkan bola ke sisi kanan dan terbaca oleh kiper Mesir Mostafa Shobeir.
Argentina menjaga tekanan demi mengejar ketertinggalan, tapi malah kemudian kebobolan lagi pada menit ke-67 oleh Mostafa Ziko. Selisihnya bisa saja lebih besar karena Ziko sudah sempat cetak gol sebelumnya pada menit ke-59, namun dianulir.
Situasi pun lebih genting buat sang juara bertahan. Tapi Argentina menjaga ketenangan. Rasa gugup ditekan dan hanya urgensi yang dinaikkan.
Messi mulai lebih banyak menerima bola dan satu umpan lambungnya ditanduk Cristian Romero menjadi gol pada menit ke-79. Momentum pun didapatkan.
Empat menit kemudian, Messi berada di posisi dan waktu yang tepat untuk menyambar umpan Gonzalo Montiel di dalam kotak penalti. Skor sama lagi. Asa Argentina kian tinggi.
Lalu satu serangan balik mengubah keadaan sepenuhnya. Umpan lambung Lautaro Martinez disundul Enzo Fernandez untuk membawa Argentina memimpin pertama kalinya di laga ini pada menit ke-92.
Tanpa mengecilkan upaya kolektif Argentina, tapi tajuk utamanya masih Messi. Penyerang 39 tahun itu memang gagal dalam eksekusi penalti, tapi mentalitasnya tak rontok dan malah meminta bola lebih kerap lagi.
"Mungkin penaltinya gagal, Anda bisa fokus ke sana. Kami hendak tersingkir, mereka sempat unggul dua gol. Tapi lalu Messi meminta bola lagi, dan dia


