'Kampiun MotoGP 2026 Bukan yang Paling Banyak Menang, tapi Paling Tenang'
Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 berlangsung ketat. Menurut General Manager Ducati Corse Gigi Dall'Igna, gelar juara pada akhirnya akan ditentukan oleh pebalap yang paling mampu menjaga ketenangan dan konsistensi hingga akhir musim.
Dall'Igna menganalisis persaingan MotoGP 2026 dalam wawancara dengan Sky Italia. Menurutnya, kondisi mental dan kemampuan menghindari kesalahan akan menjadi faktor penting dalam menentukan juara dunia.
"Menurut saya, Kejuaraan Dunia akan dimenangkan oleh siapa yang lebih tenang antara sekarang hingga akhir musim, karena saya pikir penting untuk mengumpulkan poin dan menghindari kesalahan," kata Dall'Igna seperti dilansir Motosan.
Persaingan musim ini memang berlangsung sengit di antara para pebalap terdepan dari Ducati dan Aprilia. Dalam kondisi seperti itu, Dall'Igna menilai konsistensi lebih penting daripada sekadar mengoleksi kemenangan sebanyak-banyaknya dalam sembilan seri tersisa.
"Sejarah beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa tidak penting untuk mungkin memenangi 11 balapan, tetapi Anda harus menang sedikit lebih sedikit. Anda harus lebih konsisten dan stabil, dan yang terpenting, mampu membuat lebih sedikit kesalahan," ujarnya.
Bagi Dall'Igna, pebalap yang mampu menjaga perolehan poin sekaligus meminimalkan kesalahan akan memiliki peluang terbesar menjadi juara. Artinya, hasil finis secara konsisten dapat menjadi lebih berharga daripada terlalu memaksakan diri demi kemenangan.
Dengan persaingan yang masih terbuka, setiap kesalahan bisa menjadi pembeda dalam perburuan gelar MotoGP 2026. Karena itu, kemampuan menjaga kepala tetap dingin hingga seri terakhir diyakini Dall'Igna bakal menjadi kunci utama.


