Kalau Arsenal Gagal Juara Lagi, Traumanya Tak Main-main
Tekanan mulai membesar di punggung Arsenal menuju akhir musim ini. Kekalahan dari Bournemouth dan bayang-bayang mendekatnya Manchester City mulai menghantui.
Arsenal dapat pukulan telak saat kalah 1-2 dari Bournemouth di Emirates Stadium, Sabtu (11/4/2026) lalu. Itu ada sekeras-kerasnya peringatan buat pasukan Mikel Arteta yang dalam misi mengamankan gelar juara Liga Inggris.
Kekalahan dari Bournemouth merupakan kekalahan ketiga dalam empat pertandingan terakhir di seluruh kompetisi. Dalam periode itu pula, mereka kehilangan dua kans juara, masing-masing di Piala Liga Inggris dan Piala FA.
Kini peluang mengangkat trofi Premier League pertama kali sejak 2003/2004 mulai terancam juga. Kemenangan telak Manchester City atas Chelsea dengan skor 3-0 memangkas keunggulan Arsenal jadi hanya enam poin, dengan catatan mereka sudah memainkan satu laga lebih banyak.
Artinya Man City punya kesempatan memangkas lebih jauh selisih itu jadi hanya tiga poin, jika memenangi satu laga simpanannya. Sial pula buat Arsenal, mereka harus berhadapan langsung dengan Man City pekan depan.
Dengan situasi saat ini, Meriam London yang sedang melempem harus tandang ke Etihad Stadium. Memang laga ini juga menghadirkan kesempatan besar buat mereka di saat yang sama, untuk memukul mundur sendiri Man City dari persaingan.
Pertanyaannya, siapkah mental Arsenal untuk itu? Melawan Man City dengan pengalaman juara bertahun-tahun, yang akan mengusung misi menang tanpa takut rugi apapun?
"Saya sudah bilang beberapa bulan lalu, Arsenal harus memenangi titel ini dari posisinya dan saya masih percaya mereka harusnya juara, sebab jalan untuk mengejar masih panjang di akhir musim," kata komentator Sky Sports Gary Neville.
"Kalau mereka tidak juara musim ini, itu


