Jerman Tidak Perlu Meniru Argentina
Timnas Jerman tidak akan menjadikan Timnas Argentina sebagai panutan. Sebab, Die Mannschaft punya gaya sendiri dalam bermain.
Sepakbola Jerman memang lagi di titik nadir setelah tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 karena kalah dari Paraguay. Ini melanjutkan tren buruk mereka yang gagal lolos dari fase grup di 2018 dan 2022.
Di Piala Eropa pun, pencapaian terbaik Jerman setelah jadi runner-up di 2008, hanyalah perempatfinalis dua tahun lalu. Itulah mengapa Jerman menunjuk Juergen Klopp sebagai pengganti Julian Nagelsmann.
Federasi Sepakbola Jerman (DFB) merasa Klopp adalah sosok yang tepat untuk membawa sepakbola Jerman bangkit. Apalagi Klopp punya gaya main gegenpressing yang sudah memberi sukses besar di level klub.
Oleh karenanya, Jerman tidak perlu meniru apa yang dilakukan timnas lain seperti Argentina yang merajai sepakbola dunia sedari 2022, sebelum kalah dari Spanyol di final Piala Dunia pekan lalu.
"Jerman harus bertahan lebih baik. Banyak yang menjadikan Argentina sebagai contoh. Tapi, saya rasa itu contoh yang buruk. Tiba-tiba saja Argentina jadi panutan dalam bermain. Ini diskusi yang tidak ada gunanya," ujar Direktur Olahraga DFB Rudi Voeller seperti dikutip Tribuna.
"Saya tidak perlu tim bermain seperti Argentina. Bukan soal gaya bermain," sambungnya.
"Mereka memang sempat jadi juara Piala Dunia, dan lolos ke final lagi di edisi terakhir. Tapi saya tidak paham mengapa banyak orang memuji tim ini."


