Iraola soal Potensi City Dihukum: Sabar, Sabar
Manajer Liverpool Andoni Iraola enggan berkomentar soal kasus Manchester City. Iraola mau menunggu proses hukum yang berlangsung.
City didakwa bersalah dalam 114 kasus pelanggaran finansial. Hukuman berat mulai dari denda, pengurangan poin, degradasi, hingga pencabutan gelar mengancam City.
Pelanggaran tersebut dilaporkan terjadi pada 2009 sampai 2018. Dalam periode tersebut, The Citizens meraih tujuh trofi mayor, termasuk tiga gelar Premier League.
Hal itu bikin klub-klub Inggris, terutama para raksasa seperti Liverpool, Manchester United, dan Arsenal mendesak Premier League untuk tidak berbelas kasih saat menjatuhkan putusan akhir.
Dakwaan untuk City itu boleh dibilang jadi bumbu-bumbu untuk duel mereka di Anfield, Minggu (11/10/2026) malam WIB kontra Liverpool. The Reds sebagai salah satu tim yang terdampak aksi tipu-tipu laporan keuangan City tentu ingin membalas lewat kemenangan.
Tapi, Iraola justru enggan memusingkan soal perdebatan apakah City bersalah atau tidak. Sebab, saat ini semuanya masih dalam proses peninjauan setelah City mengajukan banding dan Iraola mau menunggu hasilnya saja.
"Saya rasa ketidakpastian itu tidak bagus untuk semua yang terlibat, tapi kita harus bersabar karena proses lagi berjalan," ujar Iraola seperti dikutip Tribuna.
"Saya rasa tidak adil jika harus memberikan opini ketika Anda tidak mengurus soal itu. Ada yang lebih berhak menjawab itu. Opini saya tidak valid. Apakah mereka bisa dihukum? Saya rasa yang terburuk adalah ketidakpastian. Kami harus fokus ke Liverpool, berusaha jadi tim serta klub sebaik yang kami bisa," sambungnya.


