Iran 'Diusir' dari AS, Presiden FIFA Bilang Begini
Setelah berimbang 2-2 kontra Selandia Baru di SoFi Stadium, Selasa (16/6/2026) pagi WIB, Iran diterbangkan langsung ke Tijuana, Meksiko yang merupakan markas tim. Bahkan visa AS kontingen Iran cuma berlaku sehari sehingga mereka harus mengurus lagi.
Hal ini tentu merugikan tim Iran yang sejatinya hanya fokus ke pertandingan, dan tidak perlu memusingkan urusan di luar lapangan seperti izin dan markas latihan.
Situasi ini membuat kubu Iran murka karena merasa ditindas oleh Pemerintah AS yang memang lagi terlibat konflik dengan negara tersebut. Alhasil, Iran mengadukan masalah ini kepada FIFA.
Belum diketahui seperti apa lobi-lobi yang dilakukan FIFA, dalam hal ini presiden Gianni Infantino, dengan Pemerintah AS dan presiden Donald Trump. Yang pasti Infantino meminta para pemain Iran tetap fokus ke pertandingan dan tidak memikirkan soal hal-hal non-teknis.
Infantino menjanjikan Iran bisa kembali ke AS untuk bertemu Belgia di venue yang sama, Senin (22/6) dini hari WIB.
"Kalian telah menunjukkan kepada keluarga, teman, rakyat, dan dunia bahwa kalian berada di Piala Dunia, bahwa kalian berprestasi dan masih ada dua pertandingan lagi," ujar Infantino saat mengunjungi ruang ganti Iran usai laga kontra Selandia Baru.
"Dalam dua pertandingan ini kalian akan kembali membuat semua orang di dunia bangga dengan apa yang kalian lakukan. Terima kasih telah berada di sini," tambahnya seperti dikutip Sky Sports.
"Ini juga merupakan emosi yang sangat besar. Saya tahu apa yang kalian alami, saya mengerti, tetapi kalian lebih kuat dari segalanya. Kalian mengirimkan pesan yang kuat kepada seluruh dunia. Kalian menyatukan seluruh stadion di sini, kalian menyatukan seluruh penonton di belakang kalian, di belakang Tim Melli."
""Izinkan saya


