Inter Tak Sanggup Lawan Keuangan Klub-klub Inggris
Inter Milan gagal bersaing dengan Chelsea untuk memboyong Marco Palestra. Presiden Inter, Beppe Marotta, menegaskan bahwa kesenjangan ekonomi dengan klub Inggris sangat nyata.
Inter harus gigit jari karena Palestra ke Chelsea. Pemain berusia 21 tahun itu sebelumnya dikabarkan sudah oke untuk merapat ke Giuseppe Meazza.
Kegagalan Inter membawa Palestra dari Atalanta perkara soal uang. The Blues membayar 60 juta euro secara tunai dan memberikan kontrak sekitar 6 juta euro per musim, Inter cuma berani memberikan kontrak 2,5 juta eurp per musim.
Permasalahan keuangan di sepakbola Italia bukan cuma kendala Inter. Klub seperti Juventus dan AC Milan juga tidak mampu mengeluarkan banyak uang di bursa transfer.
"Pada tahun 1980-an dan 90-an, Serie A menjadi tolok ukur sepakbola di seluruh dunia," kata Marotta kepada Globo TV.
"Saat ini keseimbangan telah bergeser dan kesenjangan ekonomi terlihat jelas. Kita tidak bisa menjembatani kesenjangan itu dengan menghabiskan uang dalam jumlah yang sangat besar," sambungnya.
Marotta merasa esensi olahraga sudah hilang karena uang. Saat ini banyak anggapan bahwa kalau mau juara harus banyak menghabiskan uang.
"Respons kita harus berbeda: kreativitas, kompetensi, dan motivasi. Anggapan bahwa siapa pun yang menghabiskan uang paling banyak otomatis menang adalah kebalikan dari olahraga," Marotta mengungkapkan.
"Anda harus membangun tim dengan nilai-nilai, memanfaatkan sebaik mungkin manajemen, pelatih, staf, dan pemain," tegasnya.


