Indonesia Raih Perak di World Climbing Series Madrid
Timnas Panjat Tebing Indonesia meraih satu medali perak dalam gelaran World Climbing Series. Medali tersebut dipersembahkan oleh Antasyafi Robby Al Hilmi dari nomor speed putra.
Timnas Panjat Tebing Indonesia berlaga di ajang World Climbing Series di Madrid, Spanyol, Minggu (31/5). Robby meraih medali perak usai menorehkan catatan waktu 4,81 detik di laga final. Ia kalah cepat dari wakil China, Shouhong Chu yang meraih emas. Shouhong punya catatan waktu 4,75 detik.
Ini merupakan kali pertama Robby naik podium di ajang World Climbing Series. Tak hanya meraih perak, Robby juga sempat memecahkan catatan waktu terbaik dengan 4,72 detik saat berlaga semifinal.
Catatan waktu terbaiknya tersebut mengantarkan Robby mengalahkan Zach Hammer dari Amerika Serikat. Hammer kemudian juga kalah dari Jie Yang dari China dalam perebutan medali perunggu.
Atlet putra Indonesia lainnya tak bernasib sebaik Robby di ajang ini. Mereka harus terhenti di babak 16 besar dan perempat final.
Veddriq Leonardo gagal ke perempat final setelah mengalami fall saat berhadapan dengan Matteo Zurloni dari Italia. Raharjati Nursamsa terhenti di babak perempat final. Ia mengalami fall sehingga kalah dari Jie Yang.
Hal serupa terjadi di nomor speed putri, Berthdigna Devi Surya Kusuma dan Desak Made Rita Kusuma Dewi tumbang di 16 besar. Rajiah Sallsabillah berhasil terhenti di perempat final usai kalah dari atlet Amerika Serikat Emma Hunt.
Secara kesuluruhan capaian Tim Panjat Tebing Indonesia di Madrid lebih baik dari seri sebelumnya di Wujiang. Pada seri sebelumnya, Tim Garuda hanya membawa pulang perunggu yang diraih Desak Made dari disiplin speed putri.
Pelatih Speed Galar Pandu Asmoro mengaku cukup senang dengan hasil yang ditorehkan tim putra di Madrid.


