I.League Rancang Aturan Klub Wajib Punya Fanbase
I.League tengah merancang aturan wajib bagi klub untuk memiliki fanbase. Rencananya, klub akan diwajibkan memiliki minimal dua ribu anggota penggemar.
Aturan ini bertujuan untuk memastikan semarak kompetisi di dalam negeri. Seiring dengan value kompetisi yang meningkat di mata sponsor, pengemasan juga akan dibuat semakin menarik.
Diharapkan kepastian kepemilikan basis suporter ini bisa menjadi penjamin keramaian laga-laga sepakbola Indonesia. Hal ini sekaligus untuk mengantisipasi beberapa klub yang belum memiliki kedekatan dengan komunitas lokal.
"Pak Direktur Utama (I.League) Pak Ferry (Paulus) kemarin sudah menyampaikan ke depannya itu sudah punya visi klub-klub yang tergabung di Super League, Championship, selain masalah lisensi mereka juga harus memikirkan soal homebase-nya, bahkan termasuk fanbase-nya," kata Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra dalam diskusi yang digelar PSSI Pers, di Jakarta, Senin (31/8/2026).
"Mungkin yang terjadi nanti di tahun... sebenarnya saya ngomong ini sudah ada tapi kita belum bisa ungkap secara gamblang secara eksplisit sekarang," ujarnya menambahkan.
Kultur fanbase di sepakbola Indonesia umumnya hanya dimiliki klub-klub eks era Perserikatan. Hanya beberapa klub bekas Liga Sepak Bola Utama (Galatama) saja yang punya suporter setia seperti misalnya Arema FC.
Sementara dalam beberapa musim terakhir muncul klub-klub dengan identitas baru yang tidak punya ikatan kedaerahan. Misalnya Dewa United dan Bhayangkara Presisi Lampung yang hingga saat ini kesulitan menggalang dukungan suporter dalam jumlah besar.
Yang terbaru, ada juga Isen Mulang Kalteng dan Garudayaksa yang promosi ke Super League 2026/27. Ke depannya, klub-klub ini wajib memiliki fanbase dengan jumlah anggota yang akan


