'Hydration Break di Piala Dunia 2026 Itu Omong Kosong'
Bos LaLiga Javier Tebas mengkritik penerapan hydration break di Piala Dunia 2026. Menurutnya hal itu bukan untuk mementingkan para pemain.
Piala Dunia 2026 telah selesai dilaksanakan. Beberapa hal yang diterapkan menjadi sorotan, hingga membutuhkan evaluasi untuk pagelaran di masa mendatang.
Salah satu yang disorot yakni penerapan hydration break dalam pertandingan. FIFA mewajibkan jeda sekali per babaknya selama 3 menit supaya pemain dapat beristirahat sejenak untuk minum di tengah cuaca panas.
Kritik menyebut hydration break jadi dalih bagi penyelenggara untuk mendapatkan uang lebih. Waktu jeda dipakai buat penayangan iklan ekstra yang mendatangkan keuntungan.
Javier Tebas jadi salah satu yang mengecam penggunaan hydration break di Piala Dunia 2026. Dia merasa jeda sesaat hanya akal-akalan FIFA untuk mencari cuan.
"FIFA mengatur segala sesuatunya sesuka hati. Itu bukan untuk sepakbola, tapi demi apa yang diinginkannya, dan buat kepentingannya sendiri. Jadi, jika mereka membutuhkan istirahat 27 menit, mereka akan melakukannya!" kata Tebas, dilansir dari A Bola.
Fifa says they will analyze hydration breaks, possibly removing them after backlash from fans during the World Cup pic.twitter.com/3oOFJzQqc3
"Hydration break adalah omong kosong. Kami memilikinya di LaLiga, tetapi hanya ketika cuaca sangat panas. Lapangan di Dallas, Los Angeles, dan Atlanta memiliki pendingin udara," dia mengungkapkan.
Javier Tebas juga mengecam presiden FIFA Gianni Infantino yang dianggap tak peduli soal sepakbola dan mengutamakan keuntungan. Dia mendesak pria asal Swiss itu untuk mundur dari jabatannya.


