Granit Xhaka Dulu Tak Percaya Vaksin Covid-19, Kini Menyesal
Granit Xhaka mengaku sempat tak percaya vaksin Covid-19 sampai nekat memakai sertifikat palsu. Kapten Timnas Swiss itu itu kini menyesal.
Xhaka tengah diselidiki Kantor Jaksa Penuntut Umum kota Lucerne, Swiss, terkait penggunaan sertifikat vaksin Covid-19 palsu. Benda sakral, yang wajib dimiliki banyak orang untuk bepergian pada masa pandemi corona itu, didapatkan Xhaka cuma-cuma.
Xhaka pernah terpapar virus corona pada 2022, dan setahun kemudian mendapatkan sertifikat vaksin. Kini sertifikat itu ternyata palsu.
Alhasil, Xhaka bakal absen membela Swiss di ajang Nations League melawan Makedonia Uatra, Skotlandia, dan Slovenia. Ia harus menjalani penyelidikan di negaranya.
Menanggapi kasus ini, Granit Xhaka mengaku menyesal sempat tidak percaya vaksin covid-19. Pemain Sunderland itu juga mengaku siap bertanggung jawab atas kesalahannya.
"Dalam beberapa hari terakhir, muncul pemberitaan terkait persoalan saya ini. Saya ingin membereskannya sendiri. Terkait vaksin Covid-19, saya saat itu ragu dan berpikir dua kali soal itu. Saya tidak percaya dengan vaksin dan dibayangi kekhawatiran serta serta ketakutan," kata Xhaka dalam pernyataannya di media sosial.
"Saat emosi saya tidak stabil, saya memilih membeli sertifikat itu ketimbang bertanya kepada ahlinya. Hari ini saya merasa tindakan itu keliru. Itu kesalahan besar. Saya menyesal."
"Saya siap bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya berkomitmen penuh menjalani investigasi dan akan bekerja sama penuh dengan otoritas terkait," kata pemain berusia 33 tahun itu.
Granit Xhaka punya 153 caps di Timnas Swiss, dan bikin 18 gol. Ia terakhir bisa membawa La Nati menjejak perempatfinal Piala Dunia 2026.


