Goncalo Ramos Tak Terbebani Jadi Pemain Termahal Milan
Goncalo Ramos mengaku tak terbebani jadi pemain termahal dalam sejarah AC Milan. Ramos belum eksplosif di awal musim ini.
Milan rela menggelontorkan 74 juta euro (Rp 1,5 triliun) untuk memboyong Ramos dari Paris St. Germain di bursa musim panas lalu. Namun, striker berusia 25 tahun itu baru menyumbang satu gol dalam empat pertandingan Liga Italia.
Sebanyak 14 percobaan dilepaskan pemain internasional Portugal itu, yang mana rata-ratanya 3,5 percobaan per penampilan. Bagaimanapun, performa Goncalo Ramos bisa dibilang belum memenuhi ekspektasi menyusul harga transfernya.
Kesempatan Goncalo Ramos untuk menambah golnya datang saat Milan menjamu mantan klubnya, Benfica, di Liga Europa tengah pekan ini. Ramos menegaskan, tekanan yang dia punya hanyalah mengantar Milan meraih trofi di akhir musim.
"Aku tidak tertekan dengan menjadi pemain termahal dalam sejarah AC Milan," cetus Ramos kepada UEFA TV. "Memang ada tekanan karena aku mewakili sebuah klub besar, dengan keharusan juara dan mengangkat trofi."
"Kurasa tidak ada tekanan yang lebih besar lagi daripada itu. Tidak ada waktu memikirkan tentang siapa pemain termahal atau biaya ini atau itu; apa yang penting adalah menang di setiap pekan."
"Di akhir musim, apa yang kami maupun fans akan ingat apakah kami menang atau tidak, apakah kami jadi juara atau tidak, apakah kami menjalani musim dengan baik atau tidak. Kurasa itu adalah hal yang terpenting," lugas Goncalo Ramos.


