FN Pordasi Pacu Fokus Benahi Keselamatan Joki
Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Sumba Barat 2026 resmi berakhir pada Sabtu, 18 Juli 2026. Ajang ini juga berfokus untuk membenahi keselamatan joki.
Digelar di Arena Pacu Kuda Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, kejuaraan tahun ini berhasil memecahkan rekor dunia sebagai lomba pacuan kuda dengan jumlah peserta terbanyak versi Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid).
Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menjadikan kejuaraan ini sebagai agenda tahunan sekaligus mendorong olahraga tradisional tersebut menjadi daya tarik wisata.
"Pemda Sumba Barat berkomitmen menyelenggarakan Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati setiap tahun dan penyelenggaraannya akan terus ditingkatkan agar semakin aman, nyaman, dan menarik wisatawan," ujar Dade.
Menurutnya, meningkatnya jumlah peserta setiap tahun menjadi bukti bahwa pacuan kuda tradisional semakin diminati masyarakat.
Tahun ini, total 604 ekor kuda ambil bagian. Rinciannya, 328 peserta berasal dari Sumba Barat, 135 dari Sumba Timur, 67 dari Sumba Tengah, 59 dari Sumba Barat Daya, empat dari Kota Kupang, tiga dari Kabupaten Ngada, serta lima dari Kabupaten Timor Tengah Utara.
Ketua Harian Federasi Nasional Pordasi Pacu, Eddy Wijaya, menyebut pencapaian tersebut menjadi modal besar bagi Sumba Barat untuk menjadi pusat olahraga berkuda nasional.
Ia mengungkapkan bahwa Gelora Pada Eweta Waikabubak telah ditetapkan sebagai salah satu venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur.
"Kemarin Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, telah menetapkan Gelora Pada Eweta Waikabubak sebagai venue PON XXII 2028 NTB-NTT," kata Eddy.
Sebagai bentuk dukungan, Konfederasi Nasional Pordasi menyerahkan


