Emosionalnya Adnan/Indah Usai Gagal ke Semifinal Indonesia Masters
Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil begitu emosional usai gagal ke semifinal Indonesia Masters 2026. Khusus Indah, bahkan tak kuasa membendung air mata.
"Ya karena ingin menang," kata Indah saat ditanya terkait perasaannya ketika sesi wawancara dengan awak media.
Adnan/Indah memang nyaris menang di laga perempatfinal melawan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin. Saat game penentuan untuk Jiang/Wei, Adnan/Indah berhasil mengambil satu poin sehingga kedudukan menjadi 19-20.
Tapi sayangnya momentum itu gagal dipertahankan. Jiang/Wei sukses mengakhiri laga dan mengunci kemenangan menjadi 20-22, 21-14, 19-21.
"Tekanan dari penonton tidak, justru buat saya pribadi lebih semangat ingin menang. Nah, mungkin karena kita terlalu ingin menang, jadi mau buru-buru matikan bola. Padahal yang seharusnya masuk dulu, di sananya juga mati sendiri," Indah menjelaskan.
Di Indonesia Masters tahun ini, jalan Adnan/Indah memang tidak mudah. Dari babak 32 besar, mereka harus berjuang tiga gim melawan unggulan ketujuh Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie 18-21, 21-18, 22-20.
Begitu pun di babak 16 besar saat melawan Lee Jong Min/Lee Yu Lim yang harus diakhiri dengan laga rubber 21-13, 20-22, 21-19.
"Ya, kalau main di super 500 ke atas (lawan) pasti dari awal sudah setara semau sih. Paling siapa yang paling siap, dia yang bisa mengambil permainan," kata Adnan.
Kekalahan Adnan/Indah seolah membuktikan ganda campuran Indonesia masih membutuhkan waktu bisa bangkit seperti zaman pendahulunya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Saat ini, ganda campuran yang tampak lebih konsisten ialah Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu.
Soal itu, pasangan berperingkat 24 dunia ini menegaskan gap yang terlalu jauh dengan para seniornya.
"Karena gapnya terlalu jauh, kita ditinggalkan


