Dokumenter Mourinho: Nostalgia Blak-blakan The Special One
Jose Mourinho layak disebut sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia dalam dua dekade terakhir. Kisahnya tertuang di dokumenter Netflix, banyak hal di balik layar!
Dokumenter itu berjudul 'Mourinho'. Dokumenternya menceritakan perjalanan karier Jose Mourinho dari sukses di Porto lalu kini melatih Real Madrid.
Jose Mourinho sudah berkarier sebagai pelatih sepakbola sejak tahun 2000. Empat tahun sebelumnya, Mourinho jadi asisten pelatih Barcelona, Sir Bobby Robson di Barcelona.
"Saya bukan sekadar penerjemah di sana. Saya melihat permainan, membantu pelatih, jadi scouting, jadi mata-mata lawan, datang ke stadion, lalu pulang. Selalu begitu setiap pekannya," kata Mourinho.
Sukses bersama Porto di tahun 2002-2004 dengan raih titel Liga Champions, Mourinho lanjut ke Chelsea. The Blues jadi panggung perdananya di level tertinggi.
"Sebutan 'The Special One' itu berlebihan. Itu kata-kata media Inggris saja," kata Mourinho sambil tertawa.
Ada banyak kisah yang baru terungkap selama Jose Mourinho di Chelsea. Mourinho punya hubungan baik dengan pemilik Roman Abramovich, lalu retak kemudian.
Musim pertama dan keduanya, Mourinho persembahkan titel juara Liga Inggris. Musim ketiga sempat menangi Piala FA, tapi Mourinho kena pecat juga.
"Saya maunya klub beli Samuel Eto'o tapi malah beli Shevchenko. Ya dia (Shhevchenko) memang dekat dengan petinggi-petinggi Chelsea," jelasnya.
"Terlalu banyak orang ikut campur klub ketika itu," cetusnya.
Jose Mourinho lalu melanglang buana ke Inter Milan, Real Madrid, balik ke Chelsea, Man United, Tottenham AS Roma, Fenerbahce, Benfica, dan kini jadi pelatih Real Madrid.
Tiap klub, ada cerita sendiri. Khususnya soal para pemain yang diasuhnya.
"Mourinho selalu mendorong pemainnya menyentuh titik


