Di Giannantonio Ungkap Susahnya Nyalip di MotoGP Jerman: Mimpi Buruk!
Fabio Di Giannantonio mengungkap alasan di balik sulitnya melakukan manuver menyalip di Sprint Race MotoGP Jerman 2026. Pebalap Pertamina VR46 Ducati itu bahkan menyebut mengikuti motor di depan di Sirkuit Sachsenring sebagai sebuah "mimpi buruk".
Di Giannantonio finis ketiga pada Sprint Race, Sabtu (11/7), di belakang Marc Marquez dan Alex Marquez. Meski merasa memiliki kecepatan yang cukup untuk menekan keduanya, ia mengaku nyaris tidak memiliki kesempatan untuk melakukan overtaking.
Menurut pebalap asal Italia itu, karakter Sachsenring membuat temperatur ban depan meningkat drastis ketika membuntuti pebalap lain.
"Sirkuit ini benar-benar sangat sulit untuk menyalip. Begitu berada di belakang pebalap lain, temperatur ban depan langsung meningkat. Dengan banyak tikungan dan sudut yang sempit, sangat sulit menjaga kecepatan sekaligus mencari peluang menyalip," ujar Di Giannantonio seperti dilansir Crash.net.
Ia mengakui peluang menyalip memang ada, tetapi risikonya sangat besar. "Memang bisa dilakukan, tetapi risikonya sangat besar. Karena itu saya harus menyalip Ai Ogura di awal balapan agar bisa tetap bersama rombongan depan," katanya.
Di Giannantonio sempat mencoba membuka jarak dengan pebalap di depannya agar ban depan kembali dingin. Namun, strategi tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
"Saya mencoba memberi sedikit ruang di tengah balapan supaya ban depan kembali dingin. Tapi itu tidak cukup. Pada akhirnya terlalu berisiko untuk mencoba menyalip Alex," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa menjaga jarak bukan berarti mengendurkan kecepatan, melainkan cara agar motor tetap stabil dan ban depan tidak kehilangan performa.
Di Giannantonio bahkan yakin dirinya memiliki kecepatan yang cukup untuk melaju lebih cepat.


