Debut di Kejuaraan Dunia, Raymond/Joaquin: Lawan Terberat Diri Sendiri
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin siap menjalani debut di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi, India. Meski berstatus debutan, keduanya tidak ingin terlalu memikirkan nama besar lawan. Joaquin justru menyebut diri sendiri sebagai lawan terberat yang harus ditaklukkan.
Raymond/Joaquin untuk pertama kalinya tampil di Kejuaraan Dunia level senior. Kesempatan tersebut mereka dapatkan setelah mencatat sejumlah hasil positif, termasuk menjadi juara Australia Open 2025. Di turnamen tersebut, mereka mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di final.
Teranyar, Raymond/Joaquin juga menunjukkan performa impresif di Indonesia Open 2026. Mereka melaju hingga final turnamen BWF World Tour Super 1000 sebelum akhirnya menjadi runner-up setelah kalah dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Dengan pengalaman tersebut, Joaquin menilai lawan di Kejuaraan Dunia tidak jauh berbeda dengan turnamen BWF lainnya. Karena itu, fokus utama justru menjaga diri sendiri.
"Enggak ada (lawan terberat). Musuh terberat diri sendiri," kata Joaquin saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.
Joaquin juga melihat persaingan di sektor ganda putra Indonesia sebagai sesuatu yang positif. Menurutnya, keberhasilan satu pasangan bisa menjadi pemicu motivasi bagi pasangan lainnya.
"Bagus sih menurut saya, jadi misalnya ada yang juara memotivasi kita juga biar bisa sama kayak mereka, kalau bisa lebih dari mereka. Jadi kayak ganti-gantian juaranya kan. Itu benar-benar sehat sih buat di ganda putra. Positif," ujarnya.
Raymond/Joaquin pun tidak ingin status sebagai pasangan muda membuat mereka memasang target terlalu rendah di Kejuaraan Dunia. Joaquin bahkan berpandangan kesempatan untuk menjadi juara harus dikejar sejak sekarang, tanpa harus menunggu


