Dari WSBK ke MotoGP, Toprak Razgatlioglu Disebut Kian Mirip Quartararo
Toprak menjalani akhir pekan yang berat di MotoGP Catalunya akhir pekan lalu. Permukaan lintasan Catalunya yang licin membuat pebalap Turki itu kesulitan menemukan ritme terbaiknya.
Ia memulai balapan dari posisi terakhir dan hanya finis di depan wildcard Yamaha, Augusto Fernandez, pada Sprint Race. Di balapan utama yang sempat dua kali dihentikan red flag, Toprak sebenarnya finis ke-15 dan sempat meraih poin terakhir.
Namun penalti tekanan ban membuatnya turun ke posisi ke-16 bersama rekan setimnya, Jack Miller.
Menurut Borsoi, Toprak bukan membalap dengan buruk, melainkan masih memakai gaya khas WorldSBK.
"Ia bukan membalap dengan buruk, tapi gaya membalapnya masih seperti saat di Superbike," kata Borsoi dikutip GPone.com.
MotoGP disebut membutuhkan pendekatan berbeda karena karakter ban dan motor jauh lebih agresif dibanding WSBK.
"Tidak ada cukup waktu untuk mengubah gaya membalap secara drastis. Tapi di MotoGP memang harus ada adaptasi karena karakter ban dan motor di sini berbeda," ujarnya.
Borsoi menegaskan perubahan gaya membalap tidak bisa dilakukan instan saat musim berjalan. Pebalap biasanya harus rela kehilangan waktu lebih dulu demi memahami karakter motor baru.
"Sulit melakukan itu saat balapan karena waktunya terbatas dan semua rider pasti fokus mengejar hasil. Untuk mengubah gaya membalap, seorang pebalap harus rela kehilangan waktu, dan tidak ada rider yang suka melakukan itu," katanya.
Menurut Borsoi, Toprak saat ini sedang menjalani fase adaptasi yang berat.
"Sekarang Toprak sudah mulai mencoba pendekatan itu. Mungkin dia harus mundur dua langkah dulu sebelum nantinya bisa melompat empat langkah ke depan saat semuanya sudah sinkron," ujarnya.
Meski begitu, Borsoi melihat perkembangan signifikan dari


