Dag Dig Dug Menuju Piala Asia 2027
Arab Saudi memanas usai diserang rudal milisi Houthi. Situasi itu bikin penyelenggaraan Piala Asia 2027 disorot, dengan beberapa negara mulai was-was.
Piala Asia 2027 bakal dilangsungkan kurang dari 100 hari lagi, yakni digelar mulai 7 Januari mendatang. Jelang turnamen akbar Asia itu, lokasi tuan rumah malah membara.
Arab Saudi tengah diserang Houthi, milisi dari Yaman, dengan sejumlah bandaranya dirudal. Di antaranya bandara di kota Riyadh, yang memiliki 5 stadion untuk menggelar Piala Asia 2027.
Sejumlah orang tewas dan ratusan luka-luka atas peristiwa di Riyad. Konflik itu kini bikin penyelenggaraan Piala Asia 2027 disorot.
Sejumlah negara disebut mulai membuat skenario terkait keikutsertaan di Piala Asia 2027. Melansir sejumlah media internasional, Timnas Korea Selatan hingga Australia mulai bersiap.
Korea Selatan akan melakoni laga persahabatan kontra Arab Saudi di Riyadh pada November mendatang. KFA mengaku akan memantau situasinya, meski sejauh ini masih sesuai rencana alias tetap bertanding di sana.
Sementara Jepang memutuskan mundur dari ajang FIFAe World Cup di Arab Saudi akhir bulan ini. Keputusan diambil juga karena situasi mencekam di Timur Tengah.
Timnas Australia juga sudah angkat bicara soal situasi di Arab Saudi. Federasi Australia
"Sepakbola Australia memantau situasi di Arab Saudi. Keselamatan dan kesejahteraan para pemain, staf, dan pendukung kami tetap menjadi yang terpenting," kata juru bicara FA Australia kepada AAP.
"Tim keamanan kami yang berpengalaman secara aktif memantau perkembangan dan memberikan pembaruan rutin. Penilaian risiko adalah bagian dari perencanaan kami untuk setiap kamp tim nasional, dan itu akan menjadi fokus utama persiapan kami untuk Januari," terangnya.
Indonesia, yang juga


