City Dinyatakan Bersalah, Rodri: 2020 Juga Begitu
Manchester City didakwa bersalah atas ratusan kasus pelanggaran finansial. Rodri yakin City bisa mengatasinya dengan baik.
Setelah melakukan penyelidikan selama tiga tahun, Premier League memutuskan City bersalah atas 114 kasus pelanggaran finansial dari 115 yang dituduhkan sejak awal.
Pertama ada total 54 pelanggaran finansial sedari 2009 hingga 2018, lalu 14 kasus terkait kontrak pemain dan agen, lalu lima pelanggaran aturan finansial UEFA 2013-2018.
Ini belum termasuk tujuh pelanggaran aturan Premier League Profit dan Sustainability (PSR) dari 2015 hingga 2018, dan 35 pelanggaran karena tidak kooperatif dalam proses investigasi sedari Desember 2018 hingga Februari 2023.
Dengan sejumlah pelanggaran finansial itu, City terancam hukuman berat, yakni didegradasikan dan seluruh gelar di kompetisi domestik selama kurun waktu tersebut dicabut.
Ini tentu jadi kabar yang menghebohkan jagad sepakbola dunia, terutama Inggris, karena Premier League akhirnya berani menjatuhkan vonis bersalah kepada City. Sebab Premier League selama ini disorot karena tidak kunjung menjatuhkan dakwaan.
Di satu sisi, hukuman ini akan merugian karier para pemain maupun eks pemainnya. Salah satunya Rodri yang yakin City tidak bersalah.
Rodri membandingkan vonis serupa dari UEFA pada 2020 yang mencoret City dari ajang kompetisi Eropa selama dua tahun. Tapi, hukuman itu dibatalkan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) lima bulan kemudian.
"Kami sudah merasakan hal serupa pada 2020, proses penyelidikannya sama, meski dengan tuduhan berbeda, cuma itu yang berubah. Klub selalu berkomunikasi dengan baik secara tenang, memastikan tidak ada yang dilanggar dan tidak bersalah," ujar Rodri seperti dikutip The Athletic.
"Kami percaya dengan klub dan bahkan mereka


