Players.bio is a large online platform sharing the best live coverage of your favourite sports: Football, Golf, Rugby, Cricket, F1, Boxing, NFL, NBA, plus the latest sports news, transfers & scores. Exclusive interviews, fresh photos and videos, breaking news. Stay tuned to know everything you wish about your favorite stars 24/7. Check our daily updates and make sure you don't miss anything about celebrities' lives.

Contacts

  • players.bio

Bukan Mbappe, Ini 2 Pesepakbola yang Punya Trah Diktator

Kylian Mbappe diolok-olok sebagai diktator, hingga memicu kontroversi di China. Di sisi lain, ada 2 pesepakbola yang punya darah keturunan diktator terkenal.

Nama Mbappe jadi sorotan belakangan ini. Dia dikecam publik China karena ucapannya yang dianggap mengolok-olok Mao Zedong, bapak bangsa Republik Rakyat China.

Mbappe kala itu menyebut suka dengan meme dirinya diserupakan dengan 'seorang diktator Tiongkok'. Bintang Real Madrid itu bahkan sering menggunakan gambar dirinya menyerupai Mao Zedong bersama teman-temannya.

Pernyataan Mbappe soal Mao Zedong berbuntut panjang. Beberapa perusahaan China seperti Dongpeng dan Mengniu memutus kontrak kerja sama dengan Mbappe.

Pemerintah China lewat Kementerian Luar Negeri juga menyesalkan pernyataan Mbappe. Kontroversi tersebut akhirnya membuat Mbappe meminta maaf karena telah menyinggung masyarakat Tiongkok.

Berbicara soal diktator, ada 2 nama yang benar-benar punya hubungan darah dengan tokoh-tokoh diktator internasional. Berikut ini kedua pesepakbola dengan garis keturunan langsung diktator:

1. Al-Saadi Gaddafi

Al-Saadi Gaddafi adalah putra Muammar Gaddafi, diktator Libya yang berkuasa secara otoriter selama 42 tahun. Dia aktif sebagai pesepakbola pada periode 1997 dan 2007.

Karier Al-Saadi Gaddafi banyak dipengaruhi kekuasaan ayahnya di Libya. Bakatnya bisa dibilang tak menonjol, tapi bisa menembus skuad tim nasional dan juga menjadi pimpinan Federasi Sepakbola Libya.

Menukil The Guardian, Al-Saadi mengatur pertandingan dengan menyuap atau memaksa wasit yang menguntungkan timnya Al-Ahly Tripoli. Kedekatan ayahnya dengan Perdana Menteri Italia saat itu, Silvio Berlusconi, membawanya berkarier ke Italia pada 2003.

Perugia yang bersedia menampung Al-Saadi karena melihat celah

Read more on sport.detik.com
DMCA