Bos JDT Diminta Bertanggung Jawab Atas Skandal Naturalisasi Malaysia
Banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) soal naturalisasi pemain sudah ditolak. Kini, bos Johor Darul Ta'zim, Tunku Ismail bin Sultan Ibrahim, diminta bertanggung jawab.
CAS merilis putusan banding Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau FAM pada Kamis (5/3) malam waktu setempat, usai menggelar sidang di Lausanne, Swiss, 26 Februari lalu. Hasilnya, Malaysia tetap dikenai denda sebesar 350 ribu Swiss Franc atau sekitar Rp7,5 miliar.
Sementara itu, tujuh pemain yang dimanipulasi administrasinya: Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel dilarang beraktivitas di pertandingan resmi selama 12 bulan, tetapi boleh beraktivitas di luar pertandingan.
Media Malaysia, The Star, membagikan salah satu respons netizen Malaysia soal hasil banding itu. Tunku Ismail, yang juga Pangeran Kerajaan Johor, diminta bertanggung jawab.
"TMJ harus bertanggung jawab atas kepalsuan ini, kami tidak akan lupa. Memberikan alasan masalah internal tidaklah masuk akal; tidak mungkin akun X diretas hanya untuk mengumumkan bahwa pemain warisan telah ditemukan. Ini bukan kasus 1MDB Najib yang secara sah di pengadilan pun alasannya tidak dapat diterima akal sehat," kata @MrIbnusaif seperti dikabarkan oleh The Star.
Pernyataan itu mendapatkan respons dari Tunku Ismail. Dia meminta untuk digugat saja ke pengadilan.
Baca juga: Kemarin Kena Skandal, Malaysia Belum Kapok Naturalisasi
"Setuju! Saya punya saran yang lebih baik. Silakan ramai-ramai bawa saya ke pengadilan dengan bukti apa pun yang ada. Silakan," kata Tunku Ismail di akun sosial X pribadinya.
FIFA juga menghukum Malaysia terkait dengan tiga hasil laga uji coba. Kini, Malaysia juga menunggu


