Bos Aprilia Tak Keberatan jika Jorge Martin Dihukum Lebih Berat
Martin menjadi sorotan setelah kehilangan kendali saat mengerem memasuki tikungan pertama Sirkuit Balaton Park pada lap pembuka balapan, Minggu (8/6). Insiden tersebut menyeret sejumlah pebalap lain, termasuk rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi. Selain Bezzecchi, Raul Fernandez, Fermin Aldeguer, dan Fabio Di Giannantonio juga ikut terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Atas insiden itu, MotoGP menjatuhkan hukuman double long lap penalty kepada Martin untuk balapan berikutnya. Sanksi tersebut diberikan sesuai regulasi untuk pelanggaran pertama yang terjadi pada lap pembuka musim ini.
Meski demikian, Rivola menilai hukuman yang lebih berat masih bisa dibenarkan, terutama dari sisi keselamatan.
"Soal hukumannya, mungkin, sejujurnya, karena kami banyak berbicara soal keselamatan, saya tidak akan tidak setuju jika hukumannya dibuat lebih berat dan lebih keras dari itu," kata Rivola kepada MotoGP.com.
"Karena tikungan pertama itu berbahaya. Para pebalap sudah mengambil risiko di mana-mana, jadi menambah risiko lagi sebenarnya tidak perlu."
Rivola mengaku lega karena tidak ada pebalap yang mengalami cedera serius akibat insiden tersebut. Namun ia tak menutupi kekecewaannya terhadap kesalahan yang dilakukan Martin.
"Pertama-tama, saya meminta maaf kepada semua pebalap yang terlibat dalam kecelakaan itu. Kedua, ini hari yang beruntung karena jika melihat kecelakaannya, hasil akhirnya bisa jauh lebih buruk bagi semua orang."
Menurut Rivola, Martin langsung meminta maaf setelah balapan. Namun kesalahan itu tetap sulit diterima.
"Saya berbicara sangat singkat dengan Jorge. Saya lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Dia meminta maaf kepada semua orang, tetapi tetap saja sulit untuk menerimanya."
Rivola juga membandingkan


