Berkali-kali Pep Mau 'Pergi' dari City, Baru Kejadian Tahun Ini
Pep Guardiola menghabiskan 10 tahun melatih Manchester City sebelum memutuskan mundur. Namun sebetulnya ucapan ingin berhenti sudah sering keluar dari mulutnya sampai benar-benar terjadi di musim panas ini.
Hal itu diungkapkan chairman City Khaldoon Al Mubarak dalam wawancara dengan media klub dan dikutip The Athletic. Ia mengaku sudah berkali-kali mendengar Guardiola mengatakan 'saya keluar', dan ia selalu berupaya membujuknya bertahan.
"Saya akan mengatakan bahwa dia lebih dari sekadar manajer klub - bagi saya, dia adalah seorang teman," kata Al Mubarak soal Guardiola.
"Kami berteman dekat. Dan saya akan mengatakan, dan saya tidak tahu apakah dia akan mengakuinya, tetapi saya menganggap diri saya sebagai psikiaternya. Saya harus membantunya selama bertahun-tahun."
"Bukan di saat-saat baik - saat-saat baik itu mudah - namun di bagian yang menantang. Dan tak pelak selama sepuluh tahun terakhir ini, kami telah mengalami banyak pasang surut. Dan di saat-saat sulit, dia setidaknya sudah mengundurkan diri 100 kali selama sepuluh tahun ini, sekadar info saja."
"Ada cerita seperti yang Anda semua tahu, 'The Boy that Cries Wolf'. Dalam kasus Pep, ketika dia mengatakan 'saya mengundurkan diri', itu tidak berarti dia benar-benar mengundurkan diri. Anda tidak menganggapnya terlalu serius - Anda harus mengelolanya. Dia tidak pernah berpikir dia akan bertahan lebih dari empat tahun, lalu lebih dari lima tahun. Jadi, dalam pikirannya, bahkan di tahun keempat dan kelima selalu, 'Oke, berapa lama lagi?'"
"Setiap kali dia berhenti atau setiap kali dia berpikir sudah waktunya, saya akan selalu membujuknya untuk kembali, sampai saat saya tahu itu benar-benar waktunya - saat itu benar-benar saat Pep memutuskan, sudah waktunya."
Ketika


