Bagnaia Kena Mental? Bos Ducati: Ada Masalah Fokus
Manajer Tim Ducati Davide Tardozzi melontarkan kritik tajam terhadap Francesco Bagnaia setelah MotoGP Aragon. Menurutnya, masalah Bagnaia saat ini bukan soal kecepatan, melainkan aspek psikologis, secara khusus kepercayaan diri dan fokus mental.
Bagnaia kembali menjalani akhir pekan yang sulit di Aragon. Pebalap Italia itu gagal menunjukkan performa yang diharapkan Ducati dan akhirnya terjatuh dalam balapan.
Ducati sebelumnya berharap Bagnaia setidaknya mampu finis di lima besar di MotorLand Aragon. Namun, ekspektasi tersebut tidak terpenuhi. Tardozzi menyebut tim sempat mencoba perubahan saat sesi pemanasan, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.
"Kami berharap Bagnaia setidaknya bisa berada di lima besar di sini, tetapi kenyataannya tidak demikian. Kami mencoba sesuatu saat pemanasan yang tidak berhasil. Dia tidak memiliki kepercayaan diri, dia tidak memacu motornya, dan kami belum menemukan cara untuk mengatasi masalah ini," kata Tardozzi kepada TNT Sports.
Tardozzi kemudian menilai persoalan Bagnaia sudah menyentuh aspek psikologis. Menurutnya, kemampuan Bagnaia untuk melaju cepat tidak perlu diragukan, tetapi pendekatannya dalam menghadapi situasi sulit justru membatasi performanya.
"Saya pikir ini adalah masalah psikologis. Pendekatannya terkadang membatasi performanya. Kami tidak meragukan bahwa dia cepat, tetapi sekarang dia harus melewati batas tipis antara percaya diri dan menutup mata terhadap tantangan," ujarnya.
Pernyataan Tardozzi tersebut menjadi sorotan mengingat Bagnaia akan meninggalkan Ducati pada akhir musim. Mulai 2027, dia akan memperkuat Aprilia Racing, sementara Ducati telah memastikan Pedro Acosta sebagai rekan setim Marc Marquez untuk musim 2027 dan 2028.


