Azpilicueta: Spanyol Bukan Cuma Yamal
Lamine Yamal memang penting buat Spanyol. Tapi winger muda itu tak akan menggendong La Furia Roja sendirian dalam misi juara Piala Dunia 2026.
Yamal unjuk signifikansi saat Spanyol melibas Arab Saudi 4-0 pada partai kedua di Grup H. Ia bikin gol pembuka di laga itu dan menjadi sumber ancaman besar meski cuma main satu babak.
Manuvernya di sisi kanan yang membantu Spanyol membuka pertahanan Arab Saudi, hingga mencetak dua gol lain lewat Mikel Oyarzabal di babak pertama. Hadirnya Yamal bikin permainan Spanyol lebih hidup dibandingkan laga pertama kontra Tanjung Verde yang berkesudahan 0-0.
Tapi mantan bek Spanyol Cesar Azpilicueta mewanti-wanti soal ekspektasi terhadap Yamal. Pemain Barcelona itu tak sepatutnya dibebani terlalu besar.
"Saat orang-orang bicara soal kans Spanyol memenangi Piala Dunia ini, tentu mereka menunjuk Lamine Yamal sebagai kunci. Tapi Anda tak bisa memenangi Piala Dunia sendirian, terutama yang kali ini karena ada lebih banyak laga," ungkapnya dalam kolom di BBC.
"Mungkin ada babak tambahan di fase gugur, ditambah panasnya dan semua perjalanan panjangnya."
Azpilicueta mengambil contoh saat Spanyol juara Euro 2024, kala Yamal bersinar dan memenangi gelar Pemain Muda Terbaik Turnamen. Saat itu Spanyol mengandalkan kolektivitas, termasuk soal peran unik Mikel Oyarzabal yang menjadi penentu di final.
"Saat Spanyol memenangi Piala Eropa 2024, De La Fuente memakai semua 23 pemain outfield di skuadnya dalam tujuh laga. Semua orang juga harus siap kali ini," sambung mantan pemain Chelsea ini.
"Sebagai pemain, maunya pasti ingin terus bermain tapi di turnamen seperti ini, Anda tak pernah tahu kapan momen krusial yang bisa tiba untuk membuat perbedaan. Buat Mikel Oyarzabal di Euro 2024, momennya datang saat


