Arbeloa: Sakit Hati Ini, Sakit
Alvaro Arbeloa kecewa betul melihat Real Madrid tersingkir secara dramatis. Sebab, El Real sempat punya peluang mengalahkan Bayern Munich.
Melawat ke Allianz Arena, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB, untuk leg kedua Perempatfinal Liga Champions, Madrid yang butuh kemenangan untuk mengejar defisit satu gol, bermain menyerang sejak menit awal.
Mereka menuntaskan babak pertama dengan keunggulan 3-2 berkat sepasang gol Arda Guler dan Kylian Mbappe. Madrid tampaknya akan memaksakan laga lanjut ke extra time, sebelum Luis Diaz menyamakan skor pada menit ke-89.
Madrid akhirnya tersingkir karena gol Michael Olise membuat mereka kalah 3-4 di laga itu atau 4-6 secara total agregat. Untuk dua musim beruntun setelah jadi juara di 2024, Madrid gagal melaju ke semifinal.
Alhasil, peluang Madrid meraih trofi ke-16 di Liga Champions pun sirna. Apalagi itu jadi satu-satunya kans Madrid agar tidak nirgelar musim ini, setelah mereka tertinggal sembilan poin dari Barcelona di LaLiga.
Wajar jika kekalahan dari Bayern terasa menyakitkan karena Madrid sudah berjuang keras untuk bisa lolos, sebelum tersingkir secara dramatis.
"Saya merasa kasihan dengan mereka. Melihat usaha mereka. Ini menyakitkan karena Real Madrid tidak akan memenangi titel ke-16 mereka musim ini. Saya sangat bangga. Kami kembali ke Madrid setelah berjuang maksimal," ujar Arbeloa seperti dilansir situs resmi UEFA.
"Kami punya beberapa kesempatan bikin gol. Sebelum gol mereka, kami akan membuat dua pergantian pemain, tapi gol itu mengakhiri semuanya. Harusnya tidak seperti itu," sambungnya.


