Arsenal dalam Daftar 'Spesialis Runner-up' UCL, Cuma kalah dari Atletico!
Kekalahan dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2025/2026 menambah panjang penantian Arsenal untuk meraih trofi paling prestisius di Eropa.
Players.bio is a large online platform sharing the best live coverage of your favourite sports: Football, Golf, Rugby, Cricket, F1, Boxing, NFL, NBA, plus the latest sports news, transfers & scores. Exclusive interviews, fresh photos and videos, breaking news. Stay tuned to know everything you wish about your favorite stars 24/7. Check our daily updates and make sure you don't miss anything about celebrities' lives.

Kekalahan dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2025/2026 menambah panjang penantian Arsenal untuk meraih trofi paling prestisius di Eropa.
Unggahan media sosial Chelsea usai final Liga Champions langsung viral. Banyak yang menilai The Blues sedang menyindir rival sekotanya, Arsenal, yang gagal meraih gelar juara. Tak lama kemudian, Chelsea pun memberikan respons yang semakin ramai diperbincangkan publik.
Mantan gelandang Arsenal FC, Samir Nasri, melontarkan pandangan menarik terkait kekalahan The Gunners di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.
Perayaan gelar Paris Saint-Germain di final Liga Champions tak hanya dipenuhi tangis haru dan selebrasi meriah. Ada pula momen lucu yang melibatkan pelatih PSG, Luis Enrique, dan winger andalannya, Khvicha Kvaratskhelia.
Arsenal belum berhasil mewujudkan asa menjuarai Liga Champions untuk kali pertama. Gagal setelah begitu nyaris, Mikel Arteta meminta para pemain menerimanya.
Keberhasilan Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions 2025/2026 ternyata tidak hanya menghadirkan trofi. PSG juga mencatatkan rekor bersejarah dengan menyamai torehan gol terbanyak dalam satu musim Liga Champions.
Di tengah euforia juara Paris Saint-Germain di final Liga Champions, ada satu momen yang mencuri perhatian publik sepakbola. Kapten PSG, Marquinhos, memilih menghampiri dan menghibur bek Arsenal FC, Gabriel Magalhães, yang baru saja gagal mengeksekusi penalti penentuan.
Euforia kemenangan Paris Saint-Germain di final Liga Champions berujung ricuh di sejumlah titik di Paris, Prancis.